Bisakah Bisnis Kecil Menerapkan Agile Marketing ? Sebelum menjawab pertanyaan tersbut kita cari tahu dulu apa itu agile marketing?

McKinsey mengatakan bahwa agile dalam konteks marketing berarti menggunakan data dan analitik untuk mencari kesempatan baru. Bukan hanya itu, Agile marketing juga digunakan untuk mencari solusi secara real time dari permasalahan yang ada. [1]

Artinya ada tiga kunci agile dalam konteks marketing yaitu data dan analisis, new opportunity (kesempatan baru) serta real time.

Perbedaan Agile Marketing & Traditional Marketing

Jika dibandingkan dengan traditional marketing, agile marketing memiliki 4 perbedaan yang mencolok menurut Dr. Indrawan Nugroho yaitu time frame (kerangka waktu), cadence (irama atau ritme), eksekusi, dan assets.

1. Perbedaan Time Frame

Dalam tradisional marketing, time frame yang dibutuhkan cenderung panjang. Bahkan bisa mencapai 6 bulan hingga 12 bulan. Setiap program dijalankan dengan design di awal, eksekusi, kemudian evaluasi di akhir. Iterasi pada sistem tradisional marketing umumnya dilakukan secara tidak mendalam.

Sedangkan time frame dalam agile marketing bersifat real time. Selama produk tersebut masih berada di pasaran, maka iterasi, marketing, dan pembelajaran akan terus berjalan.

2. Perbedaan Cadence

Dalam tradisional marketing, evaluasi biasa dilakukan dua kali per tahun. Sedangkan dalam agile marketing bisa dilakukan setiap hari. Sehingga kesempatan dan ancaman bisa direspon secara cepat.

3. Perbedaan Execution

Selanjutnya, perencanaan anggaran pada traditional marketing dan agile juga sangat berbeda. Tradisional marketing menjalankan sistem perencanaan anggaran yang bersifat fix atau rigid. Jika suatu anggaran sudah ditetapkan untuk kebutuhan X, maka anggaran tersebut harus dapat terserap sepenuhnya untuk kebutuhan X.

Sedangkan dalam agile marketing, perencanaan anggaran akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Sehingga adjustment dapat dilakukan kapan saja secara real time.

4. Perbedaan Assets

Traditional marketing menitikberatkan pada sesuatu yang bersifat artefak dan terlihat. Baik iklan, jingle, packaging, event, dan lain sebagainya. Tentu saja hal tersebut bukan sesuatu yang buruk. Khususnya jika tujuannya adalah awareness.

Akan tetapi, ketika hampir seluruh perusahaan dan brand melakukan hal tersebut, customer akan menganggapnya sebagai noise atau gangguan. Karena itu, agile menitikberatkan pada konten atau value yang diberikan pada customer. Karena itu, iterasi menjadi sesuatu yang penting.

Bisakah Bisnis Kecil Menerapkan Agile Marketing ?

Lalu pertanyaanya, Bisakah Bisnis Kecil Menerapkan Agile Marketing ?

Justru bisnis kecillah yang paling berkesempatan untuk menerapkan agile marketing jika melihat ciri utama agile marketing menurut Dr. Indrawan Nugroho. 3 ciri utama agile marketing itu adalah customer driven, flexible and creative, serta iterative and accountable.

1. Customer Driven

Sebuah organisasi atau perusahaan yang menerapkan agile marketing tidak akan membuat campaign karena merasa campaign tersebut bagus. Setiap campaign dilakukan sesuai dengan data yang ada dan telah teruji pada customer.

2. Flexible and Creative

Agile marketing meletakkan fokus pada suara konsumen. Karena itu, perubahan akan sangat mungkin terjadi. Dan rencana yang dibuat perlu menyesuaikan dengan hal tersebut. Di lain sisi, proses kreatif juga akan terus berjalan dan ide baru sangat mungkin untuk dihasilkan.

3. Iterative and Accountable

Perubahan dalam agile adalah hal yang sangat mungkin terjadi. Karena itu, pengukuran perlu dilakukan secara berkala. Selain itu, setiap anggota tim dalam agile memiliki kepentingan akan keberhasilan program. Sehingga, tim tersebut memiliki kapabilitas untuk memberikan hasil yang luar biasa.

Terakhir, agile marketing sangat matching jika Anda para pemilik bisnis kecil terapkan dalam menjalankan strategi digital marketing. Bisnis kecil yang masih sangat terbatas sumber dayanya akan lebih efisien dari sisi anggaran serta fleksibel dari sisi ruang ruang gerak jika menerapkan agile marketing pada strategi digital marketingnya.